Fisika Elastisitas

Secara umum, sifat bahan dari zat pada terdiri sofat elastic dan plastis. Elastisitas bahan tergantung dari jenis bahan. Ditinjau dari segi mikroskopis, elastisitas tergantung dari molekul penyusun dan struktur molekul penyusun bahan. Pada saat Anda mengendarai motor atau mobil, pernahkan Anda merasakan guncangan ketika motor atau mobil Anda melewati lkubang atau jalan tidak rata? Setelah kendaraan melewati lubang atau jalan yang tidak rata, kendaraan akan berguncang atau berayun bebrapa kali, kemudian kendaraan akan kembali berjalan denan mulus. Tahukah Anda mengapa peristiwa itu  terjadi? Pada setiap kendaraan terdapat sebuah system pegas elastic yang berguna untuk memperkecil efek guncangan pada kendaraan, yaitu shockbreaker. Tahukah Anda bagaimana prinsip kerja shckbreaker tersebut? Dalam hal apa sajakah sifat elastic suatu benda diaplikasikan? Bagaimanakah hubungan antara fisika elastisitas benda dengan gerak harmonic.

Gaya pemulih pada pegas yang akan memenuhi Hukum Hooke. Anda juga akan mengetahui bahwa gaya pemulih  tersebut timbul akibat sifat pegas yang elastic. Bagaimana sifat elastic benda padat secara fisika? Tahukah Anda besaran-besaran yang menentukan fisika elastisitas suatu benda? Sebuah pegas atau per jika ditarik akan bertambah panjang. Jika ditekan pegas atau per tersebut akan menjadi lebih pendek. Jika pegas atau per tersebut kemudian dilepakan, pegas atau per akan kembali ke bentuknya. Jika benda yang terbuat dari plastisin, lilin, atau tanah liat ditekan, setelah gaya tkan dihilangkan, benda-benda tersebut tidak akan kembali ke bentuk semula. Benda seperti ini disebut benda plastis.

Read more..

Fisika Atom

Segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa adalah materi. Arloji mekanik terdiri dari komponen-komponen mekanik yang berukuran kecil juga merupakan materi. Jika komponen arloji itu kita belah lagi menjadi ukuran yang lebih kecil juga merupakan materi. Apapun wujudnya semua materi itu terbentuk dari bahan dasar yang sama, yaitu atom. Jika atom memang merupakan bahan dasar penyusun materi, apakah atom itu sebenarnya? Berapakah ukurannya? Dapatkah fisika atom menjelaskan dimensi maupun struktur dari atom itu sendiri?

Perkembangan fisika, khususnya fisika atom mengalami kemajuan yang sangat pesat setelah J.J Thomson pada tahun 1897 berhasil menemukan electron. Ditemukannya electron yang merupakan partikel bermuatan listrik negative dalam atom tersebut mampu mengubah pandangan dari fisikawan yang waktu itu masih menganut teori Dalton. Seperti yang Ana ketahui, John Dalton (1766-1844) pernah menyatakan bahwa atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak dapat dibagi lagi. Thomson berhasil membuktikan teori Dalton tersebut salah. Denngan adanya penemuan Thomson itu, tren dunia fisika tak lagi berkutat pada kebenaran fakta bahwa atom bukanlah bagian terkecil suatu benda, tetapi beralih pada wacana tentang : seperti apakah struktur sebuah atom? Wacana tentang struktur atom mendotong munculnya beberapa model atom yang antara lian diajukan oleh J.J Thomson, Ernest Rutherford dan Niels Bohr. Tiap-tiap modeoll diuji secara ekperimen sehingga akhurnya diketahui kelemahan dan mendorong perkembangan model atom berikutnya yang lebih sempurna.

Read more..

Pengembangan Sensor PH Menggunakan Prussian Blue – Polipirol

Abstrak Skripsi Pendidikan Fisika dengan judul: Pengembangan Sensor PH Menggunakan Prussian Blue – Polipirol

Telah dikembangkan teknologi pengukuran pH `dengan menggunakan Polipirol – Prussian Blue sebagai sensor pH. Polipirol merupakan suatu polimer konduktif yang bersifat mengantarkan arus listrik dan memiliki sifat optik. Prussian Blue merupakan senyawa komplek antara besi dengan sianida. Teknik yang digunakan untuk sensor pH ini adalah teknik polimerisasi dengan metode galvanostatik menggunakan elektroda stainless steel.

Read more..

Pemrosesan Plastik Foam Mikroseluler

Bab Pendahuluan Skripsi Pendidikan Fisika dengan judul: Pemrosesan Plastik Foam Mikroseluler

Seiring dengan berkembangnya jaman, perhatian masyarakat terhadap pola hidup sehat semakin meningkat. Hal ini mendorong masyarakat lebih selektif dalam hal pemilihan produk. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ini, maka diperlukan produk yang sehat baik ketika dalam pemrosesan, pengemasan, sampai bisa dikonsumsi. Untuk memenuhi syarat sehat dalam pengemasan diperlukan pengembangan bahan kemasan (packaging) yang aman bagi kesehatan, salah satunya adalah foam plastik mikroseluler. Pemrosesan foam plastik mikroseluler menggunakan blowing agent CO2 dan N2 yang selain aman dari segi kesehatan juga ramah lingkungan, karena bersifat inert.

Read more..